Bupati Karawang Beri Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar

Supriyanto | 3 April 2025 | 02:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Gempa bumi besar di Myanmar, Jumat (28/03), menyebabkan lebih dari 2700 orang meninggal dan mengakibatkan banyak bangunan runtuh.

Dari informasi berbagai sumber, tim relawan gempa Myanmar mengungkap kebutuhan mendesak para korban gempa dahsyat. Kebutuhan itu mulai dari tempat berlindung, makanan, dan air.

Kondisi korban juga diperburuk dengan perang saudara yang menyebabkan bantuan untuk para korban sulit dijangkau

Bencana alam yang terjadi di Myanmar membuat negara tetangga ikut prihatin hingga memberikan bantuan. Bupati Karawang Aep Syaepuloh juga tergerak untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Aep Syaepuloh berkolaborasi dengan Kodim 0604 kemudian dengan Korem 063/Sunan Gunungjati serta Kodam III/Siliwangi mengumpulkan bantuan kemudian diserahkan ke pemerintah pusat.

"Kami bersama Kodim 0604 kemudian berkoordinasi dengan Korem 063/Sunan Gunungjati serta Kodam III/Siliwangi menyerahkan bantuan untuk saudara kita di Myanmar yang terdampak gempa bumi," ujar Aep Syaepuloh, kepada wartawan, Rabu (3/4).

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh Beri Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar

Bantuan yang dikumpulkan Bupati Kerawang itu dikumpulkan di Bandara Halim Perdanakusuma untuk diterbangkan menggunakan pesawat Hercules bertolak ke Myanmar. Bantuan yang diberikan merupakan sejumlah barang dan makanan yang dinilai akan dibutuhkan oleh korban gempa.

"Yang dikumpulkan ini merupakan berbagai kebutuhan bagi korban bencana di sana seperti kue kering, 200 dua mie instan, kasur lipat, obat-obatan. Setidaknya kita bisa membantu meringankan beban mereka yang terkena bencana alam di sana," jelas Aep Syaepuloh.

Senada dengan Bupati Karawang, Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Dede Hermawan menyatakan, dirinya bersama Bupati Karawang berinisiatif mengumpulkan bantuan tersebut. Bantuan yang sudah terkumpul sudah disalurkan melalui Kodam III/Siliwangi sebelum diterbangkan ke Myanmar dengan pesawat Hercules dari Mabes TNI.

"Setelah dikumpulkan di Halim Perdana kusuma kemudian diterbangkan ke Myanmar. Kita berharap bisa ikut meringankan beban korban bencana yang mengguncang Myanmar,"Katanya

Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban  korban gempa bumi 7,7 magnitudo yang terjadi pada jumat (28/3/2025)  di Myanmar. Mengingat juga terdapat ratusan umat muslim pada peristiwa tersebut yang ikut terdampak dalam becanda jelang hari raya Idul Fitri tersebut.

Penulis : Supriyanto
Editor: Supriyanto
Berita Terkait